Rabu, 21 Ogos 2019

Kashmir


Kashmir adalah sebuah wilayah di utara sub-benua India. Istilah Kashmir secara sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung paling barat barisan Himalaya. Secara politik, istilah Kashmir dijelaskan sebagai wilayah yang lebih besar yang termasuk wilayah Jammu, Kashmir, dan Ladakh.
"Vale of Kashmir" utama relatif rendah dan sangat subur, dikelilingi oleh gunung yang luar biasa dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah. Dia dikenal sebagai suatu tempat paling indah spektakuler di dunia.
Srinagar, ibu kota kuno, terletak di dekat Danau Dal, dan terkenal karena kanal dan rumah perahunya. Srinagar (ketinggian 1.600 m atau 5.200 kaki) berlaku sebagai ibu kota musim panas bagi banyak penakluk asing yang mendapatkan panas di utara India. Tepat di luar kota terdapat taman Shalimar yang indah dibuat oleh Jahangir, kaisar Mughal, pada 1619.
Wilayah ini terbagi oleh tiga negara: Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat Tiongkok menguasai timur laut (Aksai Chin). Meskipun wilayah ini dalam praktiknya diatur oleh ketiga negara tersebut, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China. Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang dipertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini. Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini.
Kashmir merupakan salah satu wilayah rebutan terkenal di dunia, dan kebanyakan peta buatan Barat menggambarkan wilayah ini dengan garis bertitik untuk menandai batasan yang tidak pasti.

Selasa, 20 Ogos 2019

Ali Adnan Ertekin Menderes



Adnan Menderes VI. Yasama Dönemi.jpg


Ali Adnan Ertekin Menderes 
(lahir di Aydin tahun 1899 – meninggal di Imrali17 September 1961 pada umur 62 tahun) merupakan seorang negarawan Turki dan pimpinan pertama yang dipilih secara demokratis dalam sejarah Turki. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Turki antara tahun 19501960. Ia merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat pada tahun 1946partai oposisi resmi ke-4 di Turki. Ia digantung menyusul kudeta tahun 1960 bersama dengan 2 anggota kabinet lain, Fatin Rüştü Zorlu dan Hasan Polatkan. Ia merupakan pemimpin politik terakhir di Turki yang digantung setelah kudeta militer dan merupakan salah satu dari 3 pimpinan politik Turki yang dibangunkan mausoleum untuk menghormatinya (lainnya adalah Mustafa Kemal Ataturk dan Turgut Ozal).

Adnan lahir di Aydin dari keluarga yang sejahtera. Dia berkuliah di Izmir pada tahun 1916 saat mengikuti pendidikan militer. Melawan tentara yang bersekutu antara tahun 1920-1923, setelah Perang Dunia I. Masuk Partai Rakyat Republik selekas perang dan menjadi wakil daerah bagi Aydin tahun 1931. Pada masa-masa ini, dia baru lulus dari Sekolah Hukum di Ankara.[1] Pada masa-masa selanjutnya, dia membentuk Partai Demokrasi tahun 1946 bersama Celal Bayar. Menjadi wakil rakyat di Provinsi Kutahya. Pada tahun 1950-an, partainya mengikuti pemilihan umum dan menang.[1] Kemenangannya ini ditunjang oleh program kampanye yang ditawarkan Adnan. Yakni:[2]
  • Azan dikembalikan menjadi bahasa Arab, setelah sebelumnya diubah Kemal Atatürk menjadi bahasa Turki.[3]
  • Ibadah haji diperbolehkan.
  • Dibolehkan melakukan pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah.
  • Menghapus UU yang melarang muslimah untuk berhijab.
Hasilnya, Partai itu menang dengan perolehan 318 kursi di parlemen.[2]

Adnan dilantik sebagai perdana menteri dengan presiden Celal Bayar pada tahun 1950 dan dilantik bertepatan pada bulan Ramadhan. Menjadi Perdana Menteri selama 10 tahun sampai kudeta milier yang dilakukan oleh jenderal-jenderalnya yang jahat pada tahun 1960 dengan mati syahid di tali tiang gantungan.[2][4] Sami Kohen, seorang wartawan berkata bahwa karena kebijakannya yang begitu dekat dengan Islam dan kaku dengan Israel juga keputusannya mengubah azan dari Bahasa Turki menjadi Bahasa Arab,[3] juga membolehkan orang Turki untuk naik haji menyebabkan dia dihukum mati. Dia membolehkan pengajaran bahasa Arab dan membangun 10.000 masjid dan 22 ma'had Islam di Anatolia, dalam rangka akselerasi program para khatibdai, dan guru-guru ngaji al-Qur'an di Turki. Dia juga yang menganjurkan dalam penerbitan buku-buku, majalah, dan selebaran yang bertopik Islami. Lebih dari itu, dia mengaktifkan kembali masjid-masjid yang sebelum zamannya dipakai sebagai gudang menjadi tempat ibadah. Pada masa kepemimpinannya, dia membuka 25 madrasah penghapal Qur'an.[2]
Dalam kepemimpinannya, tercatat pula dia berhasil membawa Turki sebagai anggota penuh ke NATO. Walaupun diketahui kepemimpinannya berjalan baik, masih ada korupsiyang melekat di tubuh pemerintahannya. Ini dijadikan dalih oleh para jenderalnya yang jahat untuk memprovokasi masyarakat untuk menggulingkan Adnan.[4] Selain itu, dia dikenal menggunakan sistem keuangan liberal dalam masa jabatannya. Pada tahun 1959, dia mengalami kecelakaan pesawat bersama pejabat-pejabat Turki lainnya. Walaupun begitu, ajaibnya dia selamat. Karenanya dia menjadi amat populer pada tahun itu; tetapi di waktu yang sama, dia membredel pers, menyensor surat kabar, dan memenjarakan jurnalis agar kekuasaannya bisa bertahan; karena itu, dia tak begitu disukai oleh intelek. Pada 27 Mei 1960, dia dikudeta Cemal Gürsel dengan tuduhan mengubah konstitusi negara. Dia digantung di Pulau Imrali, Laut Marmara, pada 17 November 1961 bersama dua menterinya.

29 tahun setelah kematiannya, parlemen Turki menjelaskan apa-apa yang terjadi antara mereka dan Adnan juga memaafkan dia. Di Istambul, dibuat satu mausoleum untuk mengenang dirinya. Di Aydin, ada satu universitas yang memakai nama dirinya dan di Ýzmir ada satu bandara yang memakai nama dirinya, yakni Bandara Adnan Menderes, untuk mengenang pribadi Adnan.[1]
Kisah perjuangannya dalam membangun Islam di Turki -yang sebelum dia masih jadi negara sekuler (yang sesat, menyesatkan, berniat busuk) bikinan Atatürk- dikenal memerlukan perjuangan yang amat sulit. Rupanya, pemikiran Adnan menjadi inspirasi bagi Necmettin Erbakkan perdana menteri Turki tahun 1996. Dengan lantang, dia berseru bahwa dia adalah seorang "Islamis". Pemikirannya ini membuat dia digulingkan pada tahun selanjutnya.[3] Namun demikian, Recep Tayyip Erdogan (perdana menteri Turki yang sekarang ini) telah berhasil menggelorakan Islam di Turki secara perlahan




MALCOM X -El-Hajj Malik El-Shabazz





MALCOM X

Dia dilahirkan sebagai Malcolm Little di Omaha, Nebraska. Ayahnya, Earl, seorang paderi Baptist yang lantang dan penyokong kepada Marcus Garvey, telah dibunuh di Lansing, Michigan pada 1931.

Malcom kemudiannya telah berhenti dari sekolah menengah, dan berpindah ke Boston untuk tinggal dengan kakak tirinya. Dia telah mendapat kerja sebagai pengilat kasut di sebuah kelab malam Lindy Hop; dalam autobiografinya, Malcolm berkata dia pernah mengilat kasut Duke Ellington dan beberapa pemuzik kulit hitam yang terkenal. Setelah beberapa ketika, dia berpindah ke Harlem, New York, di mana dia mula terlibat di dalam pengedaran dadah haram, berjudi, pelacuran, memeras ugut, dan merompak (dirujuk secara menyeluruh oleh Malcom sebagai hustling); dia juga sanggup berlakon gila untuk mengelakkan dari dihantar menyertai kerahan tenaga Perang Dunia II.

Dipenjara
Malcolm telah ditahan pada 12 Januari, 1946 pada umur 20 tahun dan telah dipenjarakan selama lapan hingga sepuluh tahun atas kesalahan memecah masuk, membawa senjata api, dan merompak. Dia mendapat gelaran "Setan" di Penjara Negeri Charlestown disebabkan sifatnya yang suka menyumpah seranah terutamanya terhadap Tuhan dan Bible.

Pada 1948, keluarganya memeluk ajaran Islam. Saudara lelakinya Reginald telah menulis surat meminta dia menyertai Nation of Islam. Jadi Malcolm mula mempelajari ajaran Elijah Muhammad dengan gigihnya dan telah mula mengembangkan pemikiran inteleknya. Kakaknya Ella telah menolong memindahkannya ke koloni penjara berkawalan rendah di Norfolk, Massachusetts di mana dia telah mula minat membaca dan menemui kebenaran di dalam ajaran Elijah Muhammad dan Nation of Islam dalam sejarah dan falsafah. Beliau juga menyertai debat mingguan di koloni penjara itu. Beliau telah menyalin seluruh kamus daripada perpustakaan di situ dalam usahanya menambahkan pengetahuan dan memperbaiki tulisannya.

Pertama kali Malcolm mengenali Elijah Muhammad ialah semasa beliau berada di penjara dimana beliau surat-menyurat dengan pemimpin tersebut. Dalam usaha mempertingkatkan ilmunya sendiri, beliau menulis kepada Elijah setiap hari.

Selepas dibebaskan dari parol pada 7 Ogos, 1952, beliau membeli beg suitcase, sepasang kacamata, dan sebuah jamtangan, barang-barang yang paling kerap digunakan dalam kehidupannya.

Nation of Islam
Setelah dilepaskan dari penjara pada 1952, Malcolm berjumpa dengan Elijah Muhammad di Chicago. Di sinilah dia menerima tanda X, yang bermaksud menolak nama perhambaannya, dan oleh kerana tiada nama Islam Afrika-Amerika.

Pada 1953, Malcolm meninggalkan kakak tirinya Ella di Boston untuk tinggal bersama dengan Elijah Muhammad di Chicago. Beliau kemudiaanya kembali ke Boston dan menjadi Ketua Minister Kuil Nombor 11 Nation of Islam.

Kegiatannya yang aktif sebagai pemimpin di kuil tersebut telah membawanya untuk membuka lebih banyak kuil di seluruh negara, dimana beliau seringkali menjadi Minister. Khutbahnya yang memukau serta berinspirasi dan personalitinya yang bersih, menyebabkan beliau naik pangkat dengan cepat sekali. Akhirnya beliau telah menjadi orang nombor dua kepada pemimpin Nation of Islam iaitu Elijah Muhammad.

Sewaktu Malcolm berusaha keras untuk gerakan ini, beliau kerap mendengar desas-desus mengenai skandal Elijah Muhammad dengan beberapa setiausahanya. Penzinaan adalah ditolak oleh ajaran Nation of Islam. Pada mulanya beliau tidak percaya dengan tohmahan ini. Tetapi selepas disiasat beliau dapati kebenarannya. Malah Elijah Muhammad sendiri mengaku melakukan zina tetapi berkata ia adalah dibenarkan kerana dia adalah "Pesuruh Tuhan". Walaupun begitu, kepercayaan beliau kepada Elijah Muhammad tidak pernah goyah. Pada 1963, selepas pembunuhan Presiden John F. Kennedy, Malcolm telah memberi satu khutbah. Selepas khutbah tersebut, beliau diminta memberi komen mengenai pembunuhan Kennedy. Beliau dengan sinis berkata ini adalah kes "ayam pulang ke reban." (chickens coming home to roost) -- keganasan yang Kennedy gagal tangani akhirnya telah "memakan dirinya sendiri". Komen ini telah mendapat reaksi yang hebat oleh rakyat Amerika yang rata-rata menyanjungi Presiden Kennedy dan Nation of Islam terpaksa mengumumkan hukuman terhadap Malcolm X. Akibatnya, beliau telah diharamkan untuk memberi khutbah selama enam bulan dan beliaupun mematuhi perintah ini.

Setahun kemudian, Malcolm mula berganding bahu dengan karyawan kulit hitam terkenal Alex Haley dalam penulisan buku "The Autobiography of Malcolm X". Beliau juga mengumumkan perpisahannya dengan Nation of Islam, dan menubuhkan gerakan yang lain iaitu Muslim Mosque, Inc. Namun, beliau tetap mengikuti ajaran Nation of Islam. Pada April tahun yang sama, beliau membuat ucapannya yang terkenal iaitu Mengundi atau Peluru (Ballot or Bullet).

Pada waktu yang sama, Malcolm mula mendekati beberapa Islam orthodox, yang mengalakkanya mendalami Islam yang sebenarnya. Beliau kemudian membuat keputusan untuk mengerjakan Haji.

Ibadah haji
Pada musim bunga 1964, Malcolm berlepas dari Lapangan Terbang Antarabangsa JFK ke Arab Saudi untuk mengerjakan Haji di Mekah. Perjalanan ini telah mengubahkan hidup beliau. Ikatan persaudaraan yang beliau saksikan di Baitullah telah mengubah kepercayaannya selama ini bahawa perhubungan antara kaum adalah mustahil. Beliau juga mula sedar tentang kepalsuan Nation of Islam.

Beliau berkata "Perjalanan haji telah membuka pemikiran saya dengan menganugerahkan pandangan baru selama dua pekan di tanah suci saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat selama 39 tahun hidup di Amerika Syarikat. Saya melihat semua ras dan warna kulit bersaudara dan beribadah kepada satu Tuhan tanpa menyekutukannya. Benar pada masa lalu saya bersikap benci pada semua orang kulit putih namun saya tidak merasa bersalah dengan sikap itu lagi karena sekarang saya tahu bahawa ada orang kulit putih yang ikhlas dan mahu bersaudara dengan orang negro. Kebenaran Islam telah menunjukkan kepada saya bahwa kebencian membabi buta kepada semua orang putih adalah sikap yang salah seperti halnya jika sikap yang sama dilakukan orang kulit putih terhadap orang negro".

Sebaik sahaja pulang ke negaranya, beliau terus memeluk agama Islam dan menukarkan namanya kepada - El-Hajj Malik El-Shabazz dan menubuhkan Organisasi Persatuan Afro-Amerika Organization of Afro-American Unity. Disana beliau berkhutbah mengenai toleransi terhadap bangsa lain dan juga nasionalisme kulit hitam.

Kematian dan selepasnya
Ketegangan meningkat antara Malcolm dan Nation of Islam. Perintah diberi oleh anggota Nation untuk membunuh Malcolm. Pada 14 Februari, 1965 rumahnya di New York dibaling dengan bom api oleh Nation of Islam, tetapi Malcolm dan keluarganya terselamat.

Seminggu kemudian pada 12 Februari, di Audubon Ballroom, Manhattan, Malcolm baru sahaja memulakan ucapannya apabila kekecohan berlaku dalam himpunan 400 orang. Seorang lelaki menjerit, "Get your hands off my pockets! Don't be messin' with my pockets!" Sewaktu pengawal peribadi beliau berlari kearah kekacauan tersebut, seorang kulit hitam meluru kehadapan dan menembak Malcolm di dadanya. Dua orang lagi yang bersenjatakan pistol melepaskan tembakan kearah beliau.

Malcolm X dikebumikan di Ferncliff Cemetery di Hartsdale, New York. Tiga lelaki ditahan atas tuduhan membunuh dan kesemuanya adalah ahli Nation of Islam iaitu Talmadge Hayer, Norman 3X Butler, dan Thomas 15X Johnson. Suatu memo FBI telah mendedahkan penglibatan agensi itu, dengan mengadakan perselisihan antara kedua gerakan itu yang berakhir dengan pembunuhan Malcolm X. Peranan FBI tidak begitu jelas. Walaupun begitu, adalah diketahui bahawa salah seorang pengawal peribadi beliau merupakan pegawai polis NYPD yang melapor kepada FBI.

Petikan
You're not to be so blind with patriotism that you can't face reality. Wrong is wrong, no matter who does it or says it.
(Anda tidak seharusnya dibutakan dengan semangat patriotisme sehingga tidak menyedari kenyataan. Apa yang salah itu adalah salah, tidak kira siapa yang melakukan atau mengatakannya.)
Biografi dan ucapan
The Autobiography of Malcolm X ( ISBN 0-345-35068-5 ) dikarang oleh Alex Haley antara 1964 dan 1965, berdasarkan temuramah dengan beliau sebelum beliau terbunuh (dengan epilog selepas itu), dan diterbitkan pada 1972. Buku ini telah diberi penghormatan oleh majalah Time sebagai satu daripada 10 buku bukan fiksyen terpenting pada abad ke-20.

Malcolm X Speaks: Selected Speeches and Statements ISBN 0-8021-3213-8

Filem Malcolm X dikeluarkan pada 1992, dan diarah oleh pengarah kulit hitam kontroversial iaitu Spike Lee. Filem ini dibintangi barisan pelakon terkenal seperti Denzel Washington sebagai Malcolm dan Angela Bassett sebagai Betty dan Al Freeman Jr. sebagai Elijah Muhammad.

Pada 2002 filem 'Ali', mengenai peninju hebat Muhammed Ali, juga menunjukkan Malcolm X, yang dilakonkan oleh Mario Van Peebles.

  UMMAT MAKIN KELIRU M utakhir ini sering kali terjadi pertembungan antara agamawan di media sosial, masing-masing ingin menang dengan penda...